Hanya Burung berkicau

Selasa, 22 November 2011

PESAN SARASAMUSCAYA

”Sebab uang [Harta, Kekayaan] itu, jika dharma [Jalan kebenaran] landasan memperolehnya laba atau untung namanya, sungguh-sungguh mengalami kesenangan orang yang beroleh uang itu, akan tetapi jika uang itu diperoleh dengan jalan adharma [kejahatan], merupakan noda uang itu, dihindari oleh mereka yang berbudi utama; oleh karena itu, janganlah bertindak menyalahi dharma jika anda berusaha menuntut sesuatu”

Pada intinya, jika arta kekayaan dan kenikmatan hidup yang dicita-citakan, maka usahakanlah didahului dengan Dharma (perbuatan baiak) terlebih dahulu, dengan demikian tidak perlu disangsikan lagi, pasti akan mendapatkan artha kekayaan  dan keindahan hidup, sebaliknya , tidak ada manfaatnya arta kekayaan dan kenikmatan hidup jika diperoleh  dengan jalan  adharma (tidak bermoral) 

Jika Tujuan hidup adalah untuk mencapai kebahagiaan rohani dan  jasmani seharusnya tujuan itu tidak diwujudkan dengan ambisi kebahagiaan pribadi melainkan, disana harus ada keiklasan Seperti halnya Matahari , ia terbit untuk melenyapkan Gelapnya dunia. Demikian juga orang yg selalu mengusahakan dharma (Kebenaran) hanya itulah  jalan untuk dapat melenyapkan segala Kegelapan bathin.




Selasa, 15 November 2011

KISAH SEORANG ANAK PENCURI


Menyadari bahwa ayahnya sudah tua, anak seorang pencuri meminta saran ayahnya untuk mengajarinya usaha dagang sehingga ia bisa membangun bisnis keluarga setelah ayahnya pensiun sebagai pencuri. Sang ayah setuju, dan atas petunjuk sang ayah, pada suatu malam si anak masuk ke rumah seorang saudagar kaya. 
 
Didalam sebuah rumah terdapat lemari pakaian, setelah masuk dan memilih pakaian bagus-bagus. si anak itu terkesima melihat pakaian-pakaian mewah itu, tanpa disadari saking sibuknya memilih-milih pakaian sang saudagar, si anak pencuri ini menyenggol sebuah kursi sehingga menimbulkan suara gaduh dan terdengar olah para pelayan saudagar kaya itu. karena gugup takut ketahuan si anak ini bingung untuk keluar ruangan itu 

Kemudian dia masuk ke dalam lemari Pakaian tersebut dan muncul sebuah ide untuk untuk mengelabui pelayan dengan membuat suara seperti kucing. Karena curiga, Saudagar bersama para pelayan kemudian mengambil lilin dan memeriksa lemari. Ketika pintu lemari dibuka anak itu melompat keluar, meniup lilin, menerobos kerumunan para pelayan. Saudagar seketika memerintahkan para Pengawalnya berlari mengejarnya.  

Melihat sebuah sumur di pinggir jalan anak itu melemparkan batu besar dalam, kemudian bersembunyi di kegelapan. Pengejar berkumpul di sekitar sumur mencoba melihat pencuri terjatuh dan tenggelam didalam sumur. 


Ketika anak itu sampai di rumah, dia sangat marah pada ayahnya dan dia menceritakan pengalamannya kepada ayahnya dan sang ayah berkata: "Kau bertanya tentang ilmu berdagang pada ayah, tetapi baru saja kau mempraktekan sebuah bakat seni yang ayah miliki."
free counters